APLIKASI TEPUNG NIMBA TERHADAP PATOGEN TANAH
BAB I
PENDAHULLUAN
Penggunaan tanaman nimba sebagai pestisida nabati semakin disosialisasikan sebagai pembasmi organisme pengganggu tanaman, menyusul semakin meningkatkan minat terhadap produk pertanian organik. Penggunaan tanaman nimba sebagai pestisida nabati, sejauh ini banyak disosialisasikan untuk usaha perkebunan rakyat komoditas teh dan kopi. Nimba tumbuh ketinggian sampai 700 meter di atas permukaan laut.
Tanaman nimba, selain sebagai pestisida untuk menanggulangi bakteri, jamur, cacing, dll, daunnya juga dapat digunakan sebagai obat malaria, bijinya untuk obat kudis, dan sebagai pengganti makanan ternak. Nimba mengandung bahan aktif azadirachtin, meliantriol, salannin, dan nimbin, di mana kandungan bahan aktif tertinggi terdapat pada bagian biji.
Nimba juga dapat membuat serangga mandul, karena dapat menggangu hormon produksi dan pertumuhan serangga. Nimba mempunyai spektrum yang luas, efektif untuk mengendalikan serangga bertubuh lunak ( 200 spesies) antara lain : belalang, thrips, ulat, wereng, kupu-kupu putih,dll. Disamping itu mampu mengendalikan jamur (fungisida) pada tahap preventif, menyebabkan spora jamur gagal berkecambah. Jamur yang dikendalikan antara lain penyebab ; embun tepung, penyakit busuk, cacar daun/kudis, karat daun dan bercak daun. Dan mencegah bakteri pada embun tepung (powdery mildew).Ekstrak mimba sebaiknya disemprotkan pada tahap awal dari perkembangan serangga, yaitu disemprotkan pada daun dan juga dapat disiramkan pada akar tanaman untuk diserap akar atau mengendalikan hama dalam tanah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Nimba termasuk famili meliaceae. Tanaman ini dikenal dengan beberapa nama daerah, antara lain imbo, alembha, intaran, margosier dan nimba. Nimba bisa tumbuh dimana saja, tetapi akan tumbuh lebih baik di daerah dengan curah hujan yang tinggi antara 400 – 1200 mm/pertahun. Nimba juga dapat tumbuh di daerah yang panas dengan suhu mencapai 50 C, tetapi tidak tahan beku dingin yang lama. Di daerah ekuator nimba bisa tumbuh sampai ketinggian tempat 1000 meter.
Daun nimba merupakan daun majemuk yang tersusun saling berhadapan di petiol dan tangkai daun. Bentuknya lonjong dan bergerigi, ujung daunnya lancip, sedangkan pangkal daun meruncing. Susunan tulang daun nimba menyirip.
Kandungan kimia yang dimiliki daun nimba sangat banyak, salah satunya adalah: azadirachtin, minyak gliserida, dan asam asetiloksifuramil.
- Fungsi dari nimba :
- Mengendalikan nematoda
- Mengendalikan soil born patogen
- Klasifikasi Nimba
Divisio : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Rutales
Suku : Meliaceae
Marga : Azadirachta
Jenis : Azadirachta indica
Komponen aktif Azadirakhtin dalam biji nimba memiliki daya bunuh terhadap serangga, nematoda terutama serangga yang tergolong hama bagi tanaman budidaya, karena itu, sari pati atau ekstrak nimba dapat digunakan sebagai pestisida alami yang ramah lingkungan, karena pestisida ini mudah didegradasi dan dihancurkan secara alami. Akibatnya, tidak mempunyai efek racun bagi manusia dan tidak membunuh hewan lain yang bukan sasaran. Dengan kata lain, ekstark daun nimba hanya membunuh jenis – jenis serangga tertentu yang tergolong hama atau perusak tanaman budidaya.
Azadirakhtin merupakan pestisida yang penting dari daun nimba. Sebagai komponen aktif pestisida, senyawa ini merupakan racun bagi hama dan penyakit tanaman. Kadar zat aktif yang terkandung dalam sekitar 0,1 – 0,5 % dengan rata – rata 0,25 % dari berat kering daun nimba. Kandungan Azadirakhtin dari daun nimba yang disimpan selama 4 minggu tidak berubah jika tidak terjadi pembusukan.
Pembusukan dapat terjadi karena peran organisme seperti bakteri dan jamur. Disamping itu, kondisi lingkungan yang tidak sesuai, seperti terlalu lembab, akan mempercepat proses pembusukan. Eksrak daun nimba memiliki daya kerja yang besifat refdan yaitu menolak kehadiran nematoda, serangga terutama karena baunya yang menyengat. Daya kerja insektisida terhadap serangga sasaran yang tergolong hama tanaman sebagai berikut:
- Mengganggu dan menghambat pertumbuhan telur – larva – pupa.
- Mengganggu proses perkawinan dan komunikasi seksual.
- Meracunnya larva daun dewasa.
- Mencegah betina untuk bertelur.
5. Menghambat pembentukan kitin pada larva sehinnga oroses pergantian kulit terhambat ( Sukrasnu, 2003 ).
BAB III
METODE KERJA
3.1. Alat dan Bahan
· Cangkul
· Alat pengukur
· Alat tulis menulis
· Tepung nimba
· Pupuk NPK
· Benih Kedelai
3.2. Cara Kerja
§ Terlebih dahulu tanah diolah dengan menggunakan cangkul dan dibuat bedengan dan membuat lubang tanam.
§ Benih kedelai dimasukkan kedalam lubang yang sudah dibuat, dan pada setiap lubang berisikan 3 benih kedelai.
§ Pengaplikasian tepung nimba dilakukan sebanyak dua kali pada tanaman berumur 1 dan 2 minggu.
§ Saat tanaman berumur 1 minggu dilakukan pengaplikasian pupuk nimba dan NPK. Dan pada minggu kedua ditambahkan ekstrak nimba.
§ Tanaman diukur satu minggu sekali secara vertikal
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Hasil dari percobaan dapat dilihat tabel dibawah ini:
Tanaman | Minggu I | Minggu II | Minggu III | Minggu IV |
1 | 4 cm | 10 cm | 15 cm | 29 cm |
2 | 4,5 cm | 9,2 cm | 25 cm | 32 cm |
3 | 6 cm | 8 cm | 20 cm | 34 cm |
4 | 4 cm | 8 cm | 26 cm | 29 cm |
5 | 4,5 cm | 7 cm | 18 cm | 17 cm |
6 | 5,5 cm | 6,5 cm | 16 cm | 30 cm |
7 | 5 cm | 6,5 cm | 20 cm | 32cm |
8 | 5,5 cm | 8 cm | 20 cm | 28 cm |
9 | 6 cm | 5,5 cm | 16 cm | 25 cm |
10 | 3,5 cm | 8 cm | 20 cm | 27 cm |
11 | 4 cm | 7,5 cm | 26 cm | 31 cm |
12 | 5,5 cm | 11 cm | 25 cm | 43 cm |
13 | 6,5 cm | 11 cm | 25 cm | 44 cm |
14 | 5 cm | 8 cm | 26 cm | 35 cm |
15 | 3,5 cm | 10 cm | 22 cm | 24 cm |
16 | 5,5 cm | 8 cm | 25 cm | 34 cm |
17 | 5 cm | 8 cm | 16 cm | 35 cm |
18 | 4,5 cm | 6,6 cm | 20 cm | 30 cm |
4.2. Pembahasan
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa tanaman kedelai tumbuh dengan baik, hal ini dipengangaruhi oleh pemberian tepung nimba yang telah diberikan, tepung nimba disini yang berfungsi sebagai fungisida dan nematisida untuk mengendalikan nematoda, dan soil born patogen, melalui zat yang terdapat didalam nimba tersebut atau yang sering disebut dengan azadiraktin.
Tanaman yang paling tinggi pertumbuhan yaitu nomor 13 mulai dari minggu pertama sampai minggu terakhir (44 cm), hal ini bisa disebabkan karena banyaknya terdapat senyawa azadiraktin sehingga hama atau patogen menjauh karena tidak menyukainya.
Pada tanaman nomor 5 pertumbuhannya terhambat yaitu tidak normal, karena pada tanaman tersebut bagian daunnya banyak terdapat gejala serangan dari hama dan terdapat bercak – bercak pada bagian daunnya.
BAB V
KESIMPULAN
Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa nimba sangat bagus digunakan untuk mengendalikan patogen yang ada dilalam tanah. Fungsi dari nimba adalah dapat mengendalikan nematoda dan mengendalikan soil born patogen.
DAFTAR PUSTAKA
Sukrasno, 2003. NIMBA. Tanaman Obat Multi Fungsi. Penerbit PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Komentar
Posting Komentar