Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

brosur pengenalan pupuk organik trichoderma...

Gambar
Gambar

PENYAKIT PADA TANAMAN CENGKEH

Gambar
PENDAHULUAN Tanaman cengkeh untuk dapat tumbuh dan berproduksi memerlukan persyaratan lingkungan tumbuh yang spesifik. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap tanaman cengkeh antara lain adalah iklim, tinggi tempat dan jenis tanah. Curah hujan yang optimal untuk perkembangan tanaman cengkeh adalah 1.500 - 2.500 mm/tahun atau 2.500 – 3.500 mm/tahun dengan bulan kering kurang dari 2 bulan. Intensitas penyinaran 61 – 60 % dan suhu udara 22 - 28 °C serta tidak ada angin kencang sepanjang tahun. Tanaman cengkeh dapat ditanam dan masih berproduksi pada ketinggian tempat 0 – 900 m di atas permukaan laut (dpl). Namun demikian, makin tinggi tempat maka produksi bunga makin rendah tetapi pertumbuhan makin subur. Ketinggian tempat yang optimal untuk pembungaan tanaman cengkeh berkisar 200-600 m dpl. Tanah yang sesuai adalah yang gembur, lapisan olah minimal 1,5 m dan kedalaman air tanah lebih dari 3 m dari permukaan tanah serta tidak ada lapisan kedap a...

APLIKASI TEPUNG NIMBA TERHADAP PATOGEN TANAH

BAB I PENDAHULLUAN Penggunaan tanaman nimba sebagai pestisida nabati semakin disosialisasikan sebagai pembasmi organisme pengganggu tanaman, menyusul semakin meningkatkan minat terhadap produk pertanian organik. Penggunaan tanaman nimba sebagai pestisida nabati, sejauh ini banyak disosialisasikan untuk usaha perkebunan rakyat komoditas teh dan kopi. Nimba tumbuh ketinggian sampai 700 meter di atas permukaan laut.             Tanaman nimba, selain sebagai pestisida untuk menanggulangi bakteri, jamur, cacing, dll, daunnya juga dapat digunakan sebagai obat malaria, bijinya untuk obat kudis, dan sebagai pengganti makanan ternak. Nimba mengandung bahan aktif azadirachtin, meliantriol, salannin, dan nimbin, di mana kandungan bahan aktif tertinggi terdapat pada bagian biji.  Nimba juga dapat membuat serangga mandul, karena dapat menggangu hormon produksi dan ...

INVENTARISASI HAMA DOMINAN PADA TANAMAN PALA (Myristica Fragrans Houtt) DI KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN

Gambar
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang             Tanaman pala ( Myristica Fragrans Hountt) merupakan salah satu komoditas ekspor non migas, biji dan kulitnya dapat diolah menjadi minyak atseri dan rempah. Daging buahnya dapat juga diolah untuk berbagai macam produk yang nilai ekonominya cukup tinggi seperti sirup pala, manisan pala, kolak pala dan lain-lain. Disamping itu pala dapat dipergunakan sebagai bahan baku obat-obatan, baik secara tradisional maupun secara modern (Dharma, 1985).             Kabupaten Aceh Selatan terkenal dengan daerah pala karena Daerah ini juga dikenal sebagai penghasil pala terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Maluku (Mulyono, 1997).             Tanaman pala merupakan tanaman primadona (tanaman unggulan lokal), di daerah Aceh Selatan, karena tanaman i...